Kemana Setelah Lulus Kuliah?

Judul di atas adalah pertanyaan yang sering dilontarkan oleh para mahasiswa baru, atau bahkan mahasiswa lama. Mungkin Anda bisa membantu menjawab pertanyaan itu dengan menanggapi tulisan ini.

Umumnya inilah jawaban-jawaban atas pertanyaan itu:

  • Mencari pekerjaan (red: mencari dulu.. dapat belakangan :D)
  • Wiraswasta
  • Melanjutkan sekolah
  • Bekerja (mungkin sudah terikat ikatan dinas, atau sudah bekerja saat kuliah)

Saya akan membahas pada persiapan yang perlu dilakukan jauh sebelum lulus kuliah, bukan setelah lulus. Berikut pemaparannya.

———

Beberapa pekan ini, di bagian HRD (Human Resource Development) di tempat saya bekerja, menumpuk beberapa berkas lamaran atas lowongan yang dibuka oleh perusahaan. Saya cuma berkomentar “Banyak sekali lowongan yang masuk”, dan dijawab “Tidak ada yang cocok Pak, jauh di bawah kualifikasi”. Saya baik bertanya “ya kalau begitu kualifikasinya ditinggikan dong”, dan jawabannya “Sudah, dan tidak ada lamaran yang masuk, karena yang kita minta adalah pengalaman.”

Saya pernah menyeleksi lowongan untuk departemen saya dan banyak sekali pelamar dengan nilai IPK yang tinggi, tetapi minim pengalaman. Untuk beberapa perusahaan, menerima karyawan dengan gaji sedikit lebih mahal dengan pengalaman yang mumpuni lebih sepadan dibandingkan menjadi “training center“.

Dengan tingkat persaingan yang begitu ketat, beberapa perusahaan saya lihat cenderung memilih karyawan berdasarkan pengalaman, bukan sekedar IPK. Tetapi masih banyak juga yang mensyaratkan keduanya, terutama untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat keilmuan sesuai dengan bidang kerja.

Jadi apa yang perlu Anda siapkan sebelum lulus kuliah?:

  1. Serius di kuliah dan cepat lulus dengan IPK di atas rata-rata.
    Kenapa harus lulus cepat, karena setiap hari semakin ketat kompetisi di dunia kerja. Semakin cepat Anda lulus, semakin banyak kesempatan yang tidak Anda lewatkan. Saya tidak cepat lulus dan IPK saya tidak begitu bagus, banyak kesempatan baik yang terlewatkan, dan itu pahit.
    Ini juga bagus jika Anda ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Mungkin yang sudah S2, dan S3 bisa memaparkan hal ini.
  2. Cari pengalaman dengan bekerja paruh waktu
    Ini akan memberikan poin plus di Curriculum Vitae Anda. Jika suatu saat Anda belum mendapatkan pekerjaan, Anda mungkin bisa bekerja di tempat tersebut.
  3. Ikut organisasi dan kembangkan jaringan
    Mengikuti organisasi baik di kampus maupun di luar kampus dapat membantu mengembangkan jaringan Anda. Saya sendiri sudah mengalami dan merasakan “The Power of Network”, bekerja tanpa surat lamaran, bekerja karena diberikan tawaran.
  4. Tebar pesona dengan keahlian Anda.
    Jika mempunyai keahlian tertentu, misalnya tentang komputer atau fisika akustik, tunjukan bahwa Anda memang mumpuni di hal ini. Bisa dengan menulis blog, mengirimkan artikel ke jurnal, mengikuti mailing list, dan masih banyak lagi cara dimana Anda bisa menunjukkan bahwa Anda Bisa!.
  5. Kuasai bahasa Asing, minimal Bahasa Inggris.
    Banyak perusahaan yang mensyaratkan Anda untuk bisa berbahasa Inggris, jadi jangan sia-siakan EAP (English for Academic Purposes) Anda. Ikut kursus jika perlu. Lebih bagus lagi jika bisa menguasai bahasa Asing selain bahasa Inggris.
  6. Terakhir: Berusaha, Berdoa dan Sabar.

Pertanyaannya sekarang adalah: apakah yang sudah Anda persiapkan?

Jangan sampai Anda merasa masuk Fisika karena salah jurusan. Simak tulisan saya mengenai “Nyasar/Salah Jurusan” di blog saya.

Anda punya pengalaman menarik setelah lulus kuliah? Silahkan dibagi dengan menuliskannya di sini.


Join the forum discussion on this post

Comments are closed.